Susahnya Bikin Paus Kenyang

Perlu lima pekan untuk menyiapkan hanya sekali makan siang.

Paus Benediktus XVI saat mendarat di bandar udara di Ibu KOta Amman, Yordania.

Menyiapkan makan siang bagi seorang tokoh dunia tentu tidak mudah. Harus aman, sehat, dan sesuai dengan kegemaran yang mau melahap. Kondisi ini yang sedang dihadapi Regency Hotel di Ibu Kota Amman, Yordania.

Selain menginap di sana, Paus Benediktus XVI akan menjadikan hotel ini tempat makan siang bersama 320 uskup dan pengikut mereka setelah menggelar misa. Namun Raja Abdullah II dari Yordania tidak diundang pada acara Ahad lalu. Ini untuk memelihara kebiasaan para Paus tidak makan siang bersama para pemimpin politik. Ketika berkunjung ke Washington, Amerika Serikat, ia tidak datang ke undangan makan siang di Gedung Putih.

Menurut pemilik hotel, Said Sawalha, ia memerlukan lima pekan hanya untuk menyiapkan satu kali makan siang Paus. Ia sampai harus berkonsultasi dengan para koki terkenal di Yordania dan luar negeri. “Sampai sekarang saya masih gelisah segala sesuatunya bisa salah,” katanya.

Akhirnya, keluar lima macam pilihan menu yang dirasa cocok bagi Paus kelahiran Jerman itu. Vatikan memilih menu berupa daging sapi, sayuran, dan kue tar nanas. Sajian terakhir dihiasi krim warna kuning dan putih yang sesuai dengan warna lambang Vatikan.

Sawalha berharap menu pilihan itu dapat menjaga stamina Paus, 81 tahun, yang besok akan memulai lawatan sepekannya ke Yordania, Israel, dan Palestina. Hotelnya juga pernah menjadi tempat menginap selama kunjungan Paus Yohannes Paulus II ke Yordania sembilan tahun lalu.

Selama di Yordania, Paus Benediktus dijadwalkan mengunjungi tempat pembaptisan Yesus di tepi Sungai Yordan dan Gunung Nebo, di mana Musa pertama kali melihat tanah yang dijanjikan Tuhan.

Amman mengharapkan kunjungan Paus ini akan makin menggairahkan wisata ziarah di negara itu. Selama ini, Yordania kalah pamor ketimbang Israel yang kebanjiran peziarah dari tiga agama berbeda sekaligus, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Tahun lalu saja, lebih dari tiga juta pelancong datang ke negara Zionis itu.

Yang pasti Puas tidak sekadar berziarah. Ia ingin berdamai dengan kaum Yahudi yang  sakit hati lantaran keputusan kontroversinya. Paus mencabut hukuman Pastor Richard Williamson yang menolak Holocaust dan mengangkat Paus Pius XII yang merestui pembantaian enam juta warga Yahudi pada Masa Perang Dunia Kedua, sebagai orang suci.

AP/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s