Belanja ke Nabi Ilyas

Kota Palestina yang menjadi surga belanja warga Israel.

Sebauh desa di Tepi Barat

Linoy, gadis cilik Israel berusia lima tahun, dengan paras gembira menggiti beberapa cokelat saat menemani orang tuanya berbelanja Selasa pekan lalu. Bukan di Israel, namun di Nabi Ilyas, kota kecil di Tepi Barat yang masih belum tersentuh operasi keamanan negara Zionis itu.

Untuk sampai ke sana hanya perlu beberapa menit berkendaraan dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Di huni sekitar 1.500 penduduk, Nabi Ilyas menjadi surga belanja para warga Yahudi lantaran harga barang-barang di sana murah. Tawar-menawar pun boleh dilakukan.

“Di sini saya bahkan merasa lebih aman ketimbang saya berbelanja di Tel Aviv,” kata Hanan Troitsa, ayah Linoy. “Kami datang ke sini dua sampai tiga kali sepekan,” sambung istrinya.

Warga Israel bisa memperoleh apa saja di Nabi Ilyas. Mulai dari kebutuhan pokok, furnitur, hingga perawatan gigi. Tiap akhir pekan, desa ini kebanjiran pesanan dari orang-orang Yahudi. Tentu saja pengiriman dilakukan dengan mobil Israel. Sebab seperti sebagian besar orang Palestina, mereka sult mendapatkan izin masuk negara Yahudi itu.

Israel pernah melarang warganya belanja ke wilayah Tepi Barat karena masalah keamanan, sejak pecah intifadah kedua sembilan tahun lalu. Seiring menurunnya serangan dari kawasan itu, perlahan-lahan orang-orang Israel kembali berburu barang murah di sana.

“Ini menunjukkan kita dapat hidup bersama. Bagi pihak-pihak yang tidak percaya, mereka harus datang kesini dan melihat sendiri,” ujar Wali Kota Nabi Ilyas Jalal Khalif.

Menurut David Dahan, pelancong dari Givat Shmuel, dekat Tel Aviv, para pemimpin dari Israel dan Palestina harus mencontoh Nabi Ilyas. “Saya mempunyai banyak teman di sini (Nabi Ilyas). Jika politisi membiarkan kami bisa menjalankan urusan kami,” ujar pensiunan berusia 70 tahun ini.

Tapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hanya mau bekerja sama di bidang ekonomi. Pemimpin garis keras ini tidak mendukung pembentukan negara Palestina.

Sambil memotong daging domba pesaanan pembeli dari Israel, Umar Ali, pedagang daging, tersenyum membayangkan untung yang ia raih. Penjualannya naik tiga kali sepanjang akhir pekan dan hari libur kaum Yahudi. “Pendapatan naik ketika mereka ke sini,” katanya.

Reuters/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s