Berdamai Buat Merampok Bank

Perampokan pertama di wilayah Otoritas Palestina.

Arab Bank di Ramallah, Tepi Barat

Ini merupakan satu contoh buruk terjadinya perdamaian antara Palestina dan Israel. Sekelompok lelaki bersenjata yang terdiri dari lima warga Palestina dan satu warga Israel, Selasa dua pekan lalu merampok Arab Bank di Al-Birah, dekat Kota Ramallah, Tepi Barat.

Pada pagi yang diguyur hujan dan berangin, kawanan bandit itu tiba di lokasi dengan mobil GMC. Mereka langsung menyerbu masuk ke dalam kantor bank yang baru dibuka pukul 8.30 itu. Setelah melumpuhkan seorang penjaga, mereka berhasil mendapatkan 21.000 dinar Yordania atau US$ 38.055.

Selama beraksi, mereka berbicara dengan bahasa Ibrani untuk mengaburkan identitas. Meski berlangsung lebih lama dari yang direncanakan, para bandit itu gagal memasuki ruang penyimpanan. Peristiwa itu berlangsung dua menit 15 detik. Mereka langsung pergi sembari melepaskan tembakan ke udara. Sebelum meninggalkan Ramallah, mereka berganti mobil dari GMC ke PASSAT.

Ini merupakan perampokan bersenjata pertama di wilayah kekuasaan Otoritas Palestina. Hebatnya lagi, kejahatan itu terjadi dekat kantor Presiden Otoritas Palestina Mahmud Rida Abbas yang selalu dijaga ketat.

Empat hari kemudian, polisi Palestina berhasil menemukan tempat persembunyian mereka. Namun hanya dua yang tertangkap, sedang tiga orang Palestina lainnya dan satu warga Israel tinggal di wilayah negara Zionis. Polisi juga menyita uang tunai 28.040 shekel Israel, 4.792 dinar Yordania, dan US$ 6.070. Mereka juga memperoleh satu pistol buatan Belgia, senapan CZ dengan alat peredam suara, dan satu M-16. Tak ketinggalan, sejumlah katur perdana Orange, topeng, pakaian, dan mobil PASSAT.

Menurut juru bicara kepolisian Palestina, Kolonel Adnan Damiri, kedua tersangka mengaku perampokan itu dilakukan bersama tiga orang Palestina yang tinggal di Israel dan satu orang Yahudi. “Orang Israel itu adalah dalang perampokan dan ikut beraksi sebelum kabur ke wilayah Israel,” katanya dalam jumpa pers Ahad pekan lalu.

Damiri mengungkapkan, rencana perampokan dibuat selama empat bulan Awalnya ada empat bank yang dijadikan pertimbangan, yakni Arab Bank di Al-Birah dan Al-Masyun, Egyptian Land Bank, serta Al-Quds Bank. Setelah mengamati selama enam pekan, akhirnya diputuskan sasaran adalah Arab Bank di Al-Birah.

Mereka juga berencana menggondol tiga juta shekel Israel dalam satu menit 35 detik. Dengan pertimbangan polisi akan sulit mengusut, kawanan perampok itu menggunakan kartu perdana Orange, operator telepon seluler Israel, ketimbang Jawwal dari Palestina.

AFP/Ma’an News Agency/Yediot Ahronot/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s