Sehari Bertempur, Sehari Libur

Semua peleton Hamas ditugaskan menculik tentara Israel.

Pejuang Hamas

Lelaki itu berdiri di sebuah jalan di Kota Gaza pada Ahad lalu. Berpakaian sipil dan tidak bersenjata. Ia hanya mengenakan gamis panjang hitam dengan banyak kantong. Hari itu ia sedang libur.

Pria dengan nama panggilan Abu Jundal itu sejatinya adalah komandan peleton yang beroperasi di utara Jalur Gaza. Di sekitar kota Jabaliyah, Bait Hanun, dan Bait Lahiya ini terdapat tiga peleton yang ditugaskan bertempur dengan pasukan Israel. Tiap peleton terdiri dari tiga regu tempur yang masing-masing berisi delapan pejuang.

Hamas menggunakan jadwal sebagai strategi dalam Perang Gaza yang meletus sejak 27 Desember lalu. Maklum, kekuatan mereka tidak seimbang dengan Israel yang pasukan daratnya disokong tank, artileri, helikopter, dan jet-jet tempur.

“Kami bertempur dengan sistem shift, sehari aktif sehari libur agar tidak kelelahan,” kata Abu Jundal yang mempunyai jadwal ke medan laga saban pukul 10 malam hingga 5 subuh. Taktik ini dipakai agar para pejuang Hamas dapat memnuhi kebutuhan dasar keluarganya yang sudah sulit sejak blokade Israel pada pertengahan Juni tahun lalu.

Lelaki 29 tahun ini mengaku peletonnya baru bertempur dengan seperempat kekuatan. Ini termasuk menggunakan granat, ranjau, dan mortir. Ia menegaskan sebenarnya mereka dapat membunuh lebih banyak serdadu negara Zionis itu jika mereka tidak disokong mesin-mesin perang yang canggih. Sejauh ini, Hamas menyatakan sudah menewaskan 32 warga Israel yang kebanyakan tentara. Sebaliknya, Israel mengklaim sudah membunuh 130 pejuang Hamas.

Ia mengungkapkan tugas utama semua peleton adalah menculik prajurit negara Yahudi itu sebanyk-banyaknya. Hingga kini mereka baru menyekap Kopral Gilad Shalit sejak 25 Juni 2006. “Kami akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan ini dan menghancurkan mitor pasukan Israel yang sulit disentuh,” Abu Jundal menegaskan.

Media Israel pernah melaporkan Hamas hampir berhasil menculik seorang serdadu dari Brigade Golani pada hari pertama serangan darat ketika ia berusaha masuk ke sebuah terowongan yang ditemukan dalam satu rumah.

Hamas juga menyiapkan taktik serangan bunuh diri. “Kami mempunyai ratusan pengebom bunuh diri di mana tentara Israel hanya punya pilihan terbatas, terbunuh, terluka, atau, tertangkap,” kata Abu Ubaidah, komandan Brigade Izzudin al-Qassam, kepada stasiun televisi Al-Jazeera melalui telepon.

Times Online/Faisal Assegaf

2 thoughts on “Sehari Bertempur, Sehari Libur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s