Qassam, Dibenci Sekaligus Diminati

Anak-anak di selatan Israel mengoleksi pecahan roket Qassam.

Pejuang Hamas bersiap menembakkan roket Qassam

Bagi warga di selatan Israel, roket Qassam adalah horor yang mencekam. Hampir saban hari penduduk di kota Sderot, Ashdod, dan Ashkelon harus waspada terhadap tembakan Qassam oleh kelompok pejuang Hamas dari wilayah Jalur Gaza.

Tiap kali sirene meraung, para warga di kawasan itu hanya mempunyai waktu kurang dari semenit untuk berlindung. Bunyi peringatan itu menandai datangnya roket Qassam. Militer Israel mencatat, sejak pecah intifadah kedua pada September 2000, sekitar 6.000 roket menghantam.

Namun bagi anak-anak, Qassam menjadi sebuah mainan. Seperti yang dilakoni Yinon Tubi, 11 tahun, dari Kota Sderot. Ia akan bergegas lari keluar bunker menghampiri lokasi ledakan.

Rabu lalu, Qassam menghantam tembok pagar sebuah rumah. Seyelah bunyi ledakan, Yinon langsung menuju tempat kejadian. Ia langsung memanjat pagar dan mengais di antara puing. Dalam beberapa menit ia berhasil menemukan sejumlah pecahan Qassam.

“Segera setelah Qassam menghantam, kami mulai mencari pecahan-pecahannya untuk souvenir,” kata Yinon dengan bangga menunjukkan kotak amunisi berisi lebih dari 50 koleksinya. Ia mencari lokasi dengan kepulan asap sebagai petunjuk.

Ia memulai permainan berbahaya itu sejak 18 bulan lalu. Temuan pertamanya sebongkah besi potongan Qassam berbentuk segitiga. Ada juga kunci-kunci rumah yang dimasukkan dalam tabung roket.

Shilav, 35 tahun, tidak khawatir dengan hobi anaknya itu. Yang penting, Yinon tidak mengejar selagi Qassam masih di udara. “Itu sebuah permainan sekaligus cara sehat mengatasi perasaan takutnya,” ujar guru sekolah agama (Yeshiva) ini.

Namun kata Yitzak Ben Abu, kebiasaan ini juga dilakukan kaum dewasa. Bahkan di Kota Ashdod, warga setempat mengumpulkan pecahan roket Grad yang lebih akurat dan jarak tembaknya lebih jauh hingga 40 kilometer. “Itu memang menyedihkan tapi sekaligus menyenangkan,” kata pelajar berusia 19 tahun ini.

Boleh jadi, koleksi Yinon dan anak-anak lain di selatan Israel makin banyak selama agresi Israel kali ini. Tiap hari, Hamas dapat menembakkan sekitar 30 roket ke wilayah itu.

Yang pasti, roket Hamas tidak sekejam rudal dari jet-jet dan helikopter tempur Israel. Dalam sebelas hari, Qassam hanya mampu membunuh empat orang, sedangkan rudal Zionis menewaskan 575, termasuk 195 anak-anak dan 58 kaum ibu.

AFP/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s