Neraka Tercipta di Jalur Gaza

“Ternyata kami memang harus berjuang dengan kekuatan dan darah kami sendiri.”

Anak-anak korban agresi Israel

“Kamu dengar suara ledakan itu?” tanya Jamilah Abdullah Syamsi kepada Tempo melalui telepon selulernya Senin lalu. Suaranya bergetar menahan marah dan sedih. Tempo mendengar setidaknya tiga ledakan saat bercakap dengan perempuan lajang berusia 38 tahun itu. Ia kini hidup dengan tujuh keponakannya setelah orang tua mereka tewas akibat serangan Israel tiga tahun lalu.

Ia menceritakan apa yang ia lihat dari jendela rumahnya yang terbuka di kamp pengungsi Jabaliyah, Gaza. Sebuah masjid yang tidak jauh dari tempat tinggalnya itu hancur dihantam rudal dari jet-jet tempur Israel. “Asap tebal membumbung,” ujar Jamilah.

Rasanya tidak berlebihan menyebut Israel sedang menciptakan neraka di Jalur Gaza. Bayangkan saja, dalam tiga hari serangan sejak Sabtu pekan lalu, menurut sumber-sumber medis Palestina, operasi militer negara Zionis itu sudah menewaskan 310 orang dan melukai 1.400 lainnya.

Bahkan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sudah mengumumkan serbuan kali ini adalah perang habis-habisan. Pihak militer juga sudah menetapkan perbatasan Israel dengan Gaza sebagai daerah militer tertutup. “Kami tidak menyerang penduduk sipil Gaza, namun kami sedang dalam perang habis-habisan melawan Hamas dan anggotanya,” kata Barak seperti dikutip kantor berita AFP.

Kenyataan berbicara lain. Sekitar 1,5 juta warga Gaza menjadi korban serangan membabi-buta yang dilancarkan lebih dari sepekan setelah Hamas menyatakan gencatan senjata berakhir. “Apa lagi yang bisa saya katakan? Semua hancur,” kata Jamilah dengan nada meninggi. Sambil menahan emosinya, ia berulang kali melafadzkan kalimat Israel la’natullah (Allah melaknat Israel)

Ia mengaku amat kecewa dengan negara-negara Arab dan Islam ang tidak mampu menghentikan apalagi mencegah kekejaman Israel. “Ternyata kami memang harus berjuang dengan kekuatan dan darah kami sendiri,” ujarnya.

Serbuan terbaru ini seolah menjadi puncak dari kebiadaban Israel yang telah menciptakan krisis kemanusiaan di Gaza sejak pertengahan Juni tahun lalu. Negara Yahudi itu menutup semua perbatasan darat, laut, dan udara. Alhasil, pasokan bahan makanan, air minum, listrik, obat-obatan, dan material lainnya sangat menipis.

Namun kini keadaan yang ia hadapi makin sulit. Ia mengaku tidak dapat tidur karena memikirkan keselamatan tujuh keponakannya yang ia ungsikan ke tempat yang dirahasiakan. Ia juga mengaku sejak pagi baru mengisi perutnya dengan sepotong roti dan segelas teh hangat karena sulit membeli makanan.

Musim dingin memang sedang menyelimuti Gaza. Namun serbuan jet-jet tempur Israel seolah mencairkan kebekuan yang pada waktu malam bisa di bawah 5 derajat Celcius.

Faisal Assegaf

6 thoughts on “Neraka Tercipta di Jalur Gaza

  1. Kepada semua kaum muslimin,marilah kita bersama sama menadah tangan kepada yang Maha Berkuasa sekalian alam agar nasib saudara saudara kita di bumi Palestin akan memperoleh kemenangan yang hakiki dan negara haram israel dan yahudi laknatullahalaihi akan mendapat penghinaan daripada ALLAH SWT…Ingatlah sesungguhnya senjata utama orang2 mukmin itu adalah dengan berdoa…TAKBIR!!!!!!!

  2. Sesungguhnya apa yang dilakukan Israel ini adalah peringatan bagi kaum muslim untuk bersatyu membantu Palestina. Namun kenyataannya negara-negara Arab dan muslim yang sebenarnya punya kemampuan takut terhadap Amerika dan rezim Zionis yang menguasai dunia. Jika tidak bersatu, kita akan menjadi saksi punahnya warga Palestina di Gaza.

  3. Ya Allah…ampuni dosa para pemimpin Islam di muka bumi ini yang tidak mampu membantu umat Islam di Palestina….Tolonglah saudara-saudara kami yang ada di Palestina!!!!Tunjukkan Kebesaran dan Mukjizat Mu, Ya Allah!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s