Niat Syahid Pengantin Baru

Hanya kehamilan yang bisa menunda sementara aksinya.

Ambisi Umm Anas, bukan nama sebenarnya, tentu akan membuat orang geleng-geleng kepala. Bayangkan saja, gadis 18 tahun yang baru beberapa bulan menikah ini ingin menjadi pengebom bunuh diri.

Koresponden BBC Paul Wood berhasil menemui calon pengebom bunuh diri itu di sebuah tempat yang dirahasiakan di Jalur Gaza, wilayah dikuasai Hamas sejak pertengahan Juni tahun lalu. Pertemuan itu memang sudah diatur oleh kelompok Jihad Islam yang bersama Hamas rajin menembakkan roket dan mortir ke wilayah selatan Israel.

Di sebuah ruangan, Umm Anas yang sedang mempersiapkan diri untuk sesi pemotretan dengan bendera Jihad Islam berwarna dasar hitam sebagai latar belakangnya. Bendera itu tengahnya bergambar kubah masjid dengan dua ujung senapan menyembul dan di tengahnya terdapat tulisan Allahu Akbar dalam aksara Arab.

Dua senapan serbu jenis AK-47 dan sejumlah magasin tergeletak di atas meja. Bom berbentuk ikat pinggang juga tampak di sana. Sang suami yang merupakan anggota Jihad Islam memakaikan ikat kepala terhadap Umm Abas yang selalu berpakaian menutup seluruh tubuh kecuali kedua matanya itu.

Meski kelihatan gugup sambil memainkan cincin kawinnya, niatnya sudah bulat, Setidaknya itu terlihat dari ketegasan sikapnya. “Ini sebuah hadiah dari Allah. Kita diciptakan untuk menjadi syuhada bagi Allah,” kata Umm Anasyang berpakaian serba hitam dengan mata memerah menahan emosi.

Seperti kebanyakan pengebom bunuh diri lainnya, Umm Anas sangat yakin akan mati syahid dengan surga sebagai balasannya. Namun, para ulama masih berbeda pendapat soal hukum bom bunuh diri: ada yang menghalalkan dan mengharamkan.

Ia juga tidak peduli meski baru menikmati surga dunia. Sang suami yang ia tidak sebutkan namanya sudah mengetahui rencananya menjadi pengebom bunuh diri sejak sebelum menikah. Hanya kehamilan yang bisa menunda sementara niat Umm Anas mati syahid. “Saya akan menunggu sampai saya melahirkan. Saya akan menyerahkan bayi saya kepada orang tua dan meminta mereka merawat dia,” ujar Umm Anas.

Umm Anas merupakan salah satu lulusan pelatihan rahasia bagi calon pengebom bunuh diri yang diselenggarakan Jihad Islam. Mereka berencana menggelar aksi setelah gencatan senhjata dengan Israel berakhir. “Saya akan mengambil tiap langkah hati-hati karena saya tahu akan mengorban diri saya. Calon syuhada harus berdoa sepanjang waktu. Mereka harus berpuasa,” katanya.

Tekad Umm Anas sudah bulat meski harus membunuh warga sipil Israel. “Itu tidak penting karena mereka merusak wilayah kami. Anak-anak adalah warga sipil tapi mereka akan tumbuh menjadi tentara…Mereka dilatih membenci kami,” ia menegaskan.

BBC/Faisal Assegaf

8 thoughts on “Niat Syahid Pengantin Baru

  1. Apakah melakukan aksi bom bunuh diri menjadi satu-satunya jalan bagi Umm Anas untuk berjuang membela bangsa Palestina. Tidak adakah jalan lain? Sejauh ini, saya belum sependapat dengan cara perjuangan dengan bom bunuh diri.

  2. Buat Wildan,

    Sama Wil, gw juga gak setuju dengan cara bom bunuh diri. Kalau mau dia bisa berjuang dengan cara melahirkan banyak anak dan mendidik mereka menjadi anak soleh dan cerdas sehingga berguna nantinya untuk perjuangan Palestina

  3. tapi kondisi dan tujuannya sangat beda jauh dengan bom bunuh diri di Indonesia dan negara2 lain kali ya sal.

    Menurut gue gak ada istilah bom bunuh diri untuk pejuang hamas. Mereka murni hanya berjuang untuk kemerdekaan Palestina dengan mengharapkan ridha Allah dengan syahid.

    Gue cuman tiga bulan disana tapi banyak yang bisa direnungkan dan jadi bahan pelajaran (tapi bukan bom bunuh diri di indonesia lohh..)

  4. Merdeka atau mati adalah motto perjuangan ketika bangsa kita berusaha meraih kemerdekaan. mereka ada yang berperang dengan senjata dan ada pula yang melakukan aksi syahid baik meledakkan diri dengan bom maupun mengorbankan diri. Coba dilihat film2 perjuangan kita terdahulu atau tanya kepada para veteran2 perang kita, itu semua demi meraih kemerdekaan negara indonesia. Apakah kita sekarang akan mengatakan bahwa mereka melakukan hal yang bodoh dengan meledakkan dan mengorbankan diri mereka sendiri, demi kebebasan dan kenikmatan hidup di alam merdeka yang kita rasakan dan nikmati sekarang ini, tentu tidak kan. Hidup dijajah itu tidak enak mas, anda bisa membayang kan bila bapak anda dibunuh tanpa sebab, ibu kita dituduh dan dipenjara tanpa sebab, saudara kita di perkosa dengan semena-mena, hidup senantiasa dalam kesusahan, tentu anda tidak menginginkan hal ini kan dan pasti anda akan lebih memilih berjuang untuk kemerdekaan yang hakiki bukan walau harus berkorban jiwa.
    Dipalestina hal tersebut sudah biasa dilakukan penjajah, sehingga saking marahnya para warga disana rela mati dengan terhormat dari pada hidup dengan dijajah dan jiinjak injak harga diri negaranya.
    Jangan disamakan dengan bom yang diindonesia itu yang tidak benar karena kita sedang dalam kondisi damai tidak perang. perang disini medianya adalah perpolitikan disitulah mestinya kita berjuang memberantas koruptor dan KKN.
    Kalau ingin ngebom jangan diindonesia tetapi di palestina aja ngebom yahudi musuh islam, yang menyebabkan ekonomi diindonesia runtuh pada tahun 2000an

  5. Jihad merupakan tingkatan tertinggi perjuangan menegakkan hujjatul islam, syahid adalah cita-cita tertinggi seorang muslim…tetapi! adahal yang harus dikaji lebih mendalam…Apakah mati dengan bunuh diri dapat dikatakan syahid?…Apakah ada firman Allah yang memperbolehkan seorang muslim melakukan bunuh diri dengan melandaskan niat untuk syahid!…Allah berikan kepada kita kesempurnaan akal…Sungguh amat rugi bagi kita yang tidak mempergunkan akal ini untuk menghancurkan musuh-musuh islam…strategi…merupakan bagian dari kecerdasan akal…karena apapun cara yang kita lakukan,kalau sudah diniatkan untuk bunuh diri…ya..hanya Allah yang mampu menilainya..karena kematian itu hak Allah dan kita tidak diperkenankan mendahului ketentuan Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s