Salam Fayyad: “Tidak Masuk Akal Palestina tanpa Gaza”

Bagi pemimpin Palestina, prinsip yang harus dipegang adalah menghadiri semua pertemuan atau konferensi yang menyangkut konflik Palestina dan Israel. Karena itu tak mengherankan, awal pekan ini, Presiden Otoritas Palestina Mahmud Rida Abbas dan Perdana Menteri Salam Fayyad sama-sama keluar meninggalkan kantor mereka di Ramallah, Tepi Barat.

Abbas menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Timur Tengah di Paris, Prancis, dan Fayyad terbang lebih dari 15 jam ke Jakarta, menghadiri konferensi pembangunan kapasitas Palestina. Pertemuan di Jakarta ini dihadiri 215 delegasi dari 56 negara Asia dan Afrika, termasuk tiga wakil dari Amerika Latin: Brazil, Cile, dan Venezuela.

Di sela-sela jadwal padat dalam dua hari lawatan, Fayyad menerima wawancara terbatas dengan lima media cetak nasional, termasuk Faisal Assegaf dari Tempo, di Presidential Suite lantai 29 Hotel Shangri-La, Senin sore lalu. Ia menjelaskan secara gamblang soal proses perundingan dan konflik antara Hamas dan Fatah. Selama satu jam, ia menghabiskan secangkir kopi dan sebatang rokok Marlboro merah.

Wawancara berlangsung santai dan diselingi beberapa gurauan. Ia meminta yang baru lantaran kopi suguhan pertama terlalu manis. “Mereka memasukkan satu kilo gula,” katanya tersenyum. Berikut penuturannya:

Anda masih yakin perdamaian Palestina dan Israel dapat dicapai?
Itu bisa dicapai. Kemungkinannya ada karena kesepakatan damai adalah bahasan utama dalam proses perundingan. Apakah itu bisa dicapai akhir tahun ini, lihat saja. Kami sangat terganggu oleh tindakan Israel yang tidak konsisten dengan tujuan utama perundingan, yakni mengakhiri pendudukan dan membentuk negara Palestina di wilayah yang diduduki sejak 1967. Saya merujuk pada kelanjutan Israel membangun permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina. Ini sangat tidak konsisten dengan kewajiban Israel berdasarkan proposal damai dan proses perundingan. Kegiatan itu juga tidak sah menurut hukum internasional. Saya yakin itu juga melecehkan kredibilitas proses politik. Jadi kami amat terganggu karrena kami lebih memusatkan perhatian pada hal itu ketimbang perundingan sebenarnya. Seperti saya sudah katakan berkali-kali, jika tidak tercapat kesepakatan damai tahun ini, setidaknya keungkinan penyelesaian harus tetap terjaga. Untuk itu, pembangunan permukiman harus segera dihentikan. Proses perundingan juga terganggu oleh kebijakan keamanan Israel yang terus menyerbu wilayah kami dan mengisolasi Jalur Gaza.

Jika Israel tidak konsisten dan selalu melanggar resolusi PBB, kenapa rakyat Palestina tidak memproklamasikan kemerdekaan secara sepihak seperti Kosovo dan Indonesia?

Kami sudah mendeklarasikan kemerdekaan pada 1988 di Aljazair. Yang kami perjuangkan saat ini adalah menerjemahkan itu menjadi kenyataan di lapangan dan menjadi sebuah negara yang merdeka dalam arti sebenarnya. Termasuk konferensi pembangunan kapasitas Palestina untuk menciptakan kenyataan positif yang sejalan dengan tujuan mendirikan negara kami.

Seberapa penting konferensi ini bagi Palestina?

Tujuan akhir perjuangan kami adalah meraih kemerdekaan sehingga kami dapat hidup bebas di wilayah sendiri. Kami perlu menciptakan sebuah negara dan butuh bantuan masyarakat internasional. Konferensi ini menawarkan kami bantuan dalam pembangunan kapasitas di pelbagai sektor pemerintahan dengan cara efektif karena seluruh negara peserta sudah merasakan pengalaman serupa yang sedang kami lalui. Mereka telah dijajah oleh negara asing lalu memperoleh kemerdekaan dan memerintah sendiri. Konferensi ini tidak akan berhenti di sini saja sampai rakyat Palestina mendapatkan kemerdekaan.

Tapi bagaimana mau merdeka jika rakyat Palestina tidak bersatu?

Dua pekan lalu, Presiden Mahmud Abbas telah meluncurkan prakarsa mempersatukan kembali bangsa Palestina. Kami memandang itu sesuatu yang amat penting agar perjuangan kami meraih kemerdekaan berhasil. Tidak masuk akal, kami bisa membayangkan negara Palestina tanpa Jalur Gaza. Jadi mutlak kepentingan nasional menciptakan persatuan kembali. Presiden Abbas menyatakan semua ini bisa segera dilakukan. Sebuah pemerintahan persatuan nasional yang diduikung semua faksi dan bersifat sementara. Sebuah pemerintahan yang akan bekerja dari hari ke hari bagi rakyat Palestina dan mempersiapkan pemilihan umum. Jika gagasan ini bisa dilaksanakan: kami bisa segera menyatukan kembali rakyat Palestina dan dialog soal visi politik dan isu lainnya bisa berlanjut,

Bagaimana Anda menilai perkembangan pasca Konferensi Annapolis?

Kami berupaya menggunakan kerangka kerja Annapolis untuk secara efektif menarik perhatian masyarakat internasional terhadap perlunya Israel melaksanakan komitmen mereka. Meski sejauh ini belum berhasil. Konferensi Paris berbeda dan telah menjanjikan bantuan US$ 7,7 miliar untuk tiga tahun: 2008-2010. Sampai Juni tahun ini kami sudah menerima US$ 940 juta. Ini sebuah rekor. Kami tidsak pernah menerima bantuan lebih dari US$ 1 juta dalam enam bulan. Dana ini digunakan untuk menutup defisit dan biaya operasional pemerinath, seperti membayar gaji pegawai. Selama 16 bulan, mereka menerima gaji tidak teratur dan hanya sebagian. Sebanyak 40 persen dari US$ 7,7 miliar itu untuk membiayai proyek pembangunan di Gaza. Tapi semua itu baru dilaksanakan jika Israel menghancurkan semua pos pemeriksaan di tepi Barat dan menghapus isolasi terhadap Gaza.

Israel dan Palestina sama-sama mengklaim Yerusalem Timur sebagai haknya. Apa pendapat Anda?

Posisi kami soal status Yerusalem Timur sangat jelas. Semua orang tahu. Negara yang sedang kami upayakan berdiri akan beribu kota di Yerusalem Timur. Konsep negara kami adalah Israel harus mundur dari semua wilayah yang mereka duduki sejak 1967, termasuk Yerusalem Timur. Pengungsi Palestina juga harus dipulangkan dan diperlakukan secara adil sesuai Resolusi nomor 194 Majelis Umum PBB. Posisi kami ini sesuai dengan hukum internasional, termasuk pelbagai resolusi Dewan Keamanan PBB.

One thought on “Salam Fayyad: “Tidak Masuk Akal Palestina tanpa Gaza”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s