Rabbi Ahron Cohen: Negara Israel Sebuah Tragedi

Ketegasan sikapnya menolak Zionisme tampak jelas dari salah satu prinsipnya. “Saya tidak pernah mau ke Israel. Saya juga tidak mau ke Palestina selama masih menjadi bagian Israel.”

Dialah Rabbi Ahron Cohen, salah satu juru bicara Neturei Karta, sebuah kelompok Yahudi orthodoks dibentuk pada 1935. Organisasi ini menolak Zionisme dan ingin negara Israel dibubarkan. Komunitas ini sekarang ada di sekitar Yerusalem, London, New York, dan Amerika Utara.

Rabbi Cohen ke Jakarta menghadiri konferensi bertajuk ’60 Tahun Penjajahan Palestina’ di Universitas Indonesia. Berikut petikan wawancara Faisal Assegaf dari Hamaslovers dengan lelaki yang menolak menyebut umur dan jumlah anaknya ini, Kamis lalu:

Kenapa Anda menolak Zionisme?

Judaisme dan Zionisme adalah dua hal berbeda. Judaisme ialah sebuah agama dam cara hidup yang sudah ada selama 3.500 tahun. Salah satu filosofi dari ajaran kami adalah segalanya dikontrol oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami harus menerima perintah-perintah Tuhan. Salah satu perintah-Nya ialah kami telah diberikan tanah suci Palestina untuk hidup. Namun dengan syarat-syarat tertentu. Kami harus memelihara standar etika, moral, dan agama. Jika kami tidak mau maka kami harus bersedia mengasingkan diri. Sayangnya, standar-standar itu tidak dipelihara. Sejarah menunjukkan selama dua ribu tahun bangsa Yahudi menyebar ke seluruh dunia. Ajaran kami melarang kami membangun sebuah negara.

Sedangkan Zionisme adalah sebuah konsep baru yang muncul beberapa ratus tahun lalu dan dibuat oleh orang-orang Yahudi sekuler yang mengadopsi gagasan nasionalisme. Ini sangat bertentangan dengan pendekatan ajaran Judaisme. Zionisme memiliki ide mendirikan sebuah negara di Palestina meski mereka tahu sudah ada penduduk asli di sana. Mereka dengan sengaja mengusir orang-orang Palestina. Sebenarnya, juga telah ada warga Yahudi yang tinggal di sana sebelum gerakan Zionis timbul. Mereka hidup berdampingan secara damai dengan orang Palestina. Kami secara total menolak gagasan Zionisme.

Kenapa Zionisme lebih menarik bagi orang Yahudi?

Ketika gerakan Zionisme pertama kali muncul, hampir seratus persen orang Yahudi dan otoritas agama menolak Zionisme. Tapi setelah Perang Dunia Kedua berakhir, timbul persoalan banyaknya pengungsi. Zionis menggunakan isu itu untuk menarik para pengungsi tinggal di Palestina. Ketika negara Israel berdiri pada 1948, para pengungsi menjadi tertarik dan terkesan akan ide nasionalisme. Bahkan beberapa pemuka agama Yahudi juga tertarik.

Apakah memang benar ada konsep tanah yang dijanjikan Tuhan bagi bangsa Yahudi?

Benar, hanya berdasarkan syarat yang sudah saya sebutkan tadi. Itu ada di dalam Taurat.

Di mana letak tanah yang dijanjikan itu?

Tanah suci Palestina, tapi itu tidak berlaku sekarang. Kami sekarang ditakdirkan untuk mengasingkan diri.

Sekarang Zionis makin berkuasa. Menurut Anda Judaisme telah gagal membendung pengaruh gerakan itu?

Zionis telah berhasil memikat banyak orang. Untuk mengatakan kami sudah gagal seolah kami sedang menghadapi ujian moral. Yang dapat kami katakan adalah banyak orang Yahdui gagal hidup berdasarkan standar yang baik lantaran mereka menerima Zionisme. Kami para Yahudi ortodoks terus mengajarkan ajaran-ajaran Judaisme dan kami sangat tidak bersimpati dengan negara Zionis

Anda merasa malu karena agama Anda sudah dieksploitasi untuk menjajah bangsa lain?

Tentu saja. Anda percaya orang-orang Zionis yang tidak percaya kepada Tuhan tapi mengatakan Tuhan telah memberikan kami tanah yang dijanjikan (seraya tertawa). Ini sangat berlawanan. Beberapa ajaran kami telah disalahartikan dan dieksploitasi.

Apa gagasan Anda untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel?

Idealnya, satu negara bisa dibentuk dengan menghentikan segala kekerasan. Setelah itu, orang-orang Yahudi harus membiarkan orang-orang Palestina mendirikan negara dan membentuk pemerintahan. Jika orang Yhudi dibolehkan tinggal di sana, itu bagus. Bila tidak, kami harus keluar mencari tempat tinggal lain.

Mana yang lebih baik, solusi satu atau dua negara?

Lebih baik satu negara.

Tapi apakah itu mungkin?

Untuk saat ini, itu seperti mimpi. Yang harus diupayakan lebih dulu adalah perdamaian final antara kedua pihak. Dalam percayaan kami, srael baru boleh memiliki negara jika Sang Penyelamat datang di akhir zaman.

Bagi Anda, apa arti kemerdekaan Israel ke-60?

Bagi kami, itu sebuah tragedi karena keberhasilan immoralitas Zionisme. Tapi kami tidak akan kalah terhadap kejahatan itu. Bagi kaum Yahudi ortodoks kemerdekaan Israel adalah sebuah tragedi dan mereka berpuasa pada hari Naqba. Kami harus berpuasa untuk membayar penderitaan rakyat Palestina dan dosa kami.

Jadi berdirinya negara Israel tidak sah?

Sama sekali tidak sah.

4 thoughts on “Rabbi Ahron Cohen: Negara Israel Sebuah Tragedi

  1. אִם-אֶשְׁכָּחֵךְ יְרוּשָׁלִיִם — תִּשְׁכַּח יְמִינִי
    Jerusalem, if I forget you… may my right hand forget what is supposed to do.

  2. Thanks banget atas dukungan hamba Allah dan Danny. Yang pasti kita semua sebagai muslim maupun manusia beradab harus membela perjuangan rakyat Palestina sehingga bisa merdeka. Ini juga menjadi tanggung jawab masyarakat internasional yang sudah merasakan kebebasan dan selalu berkampanye soal hak asasi manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s