Kondangan ke Pernikahan Putri Pemimpin Hamas

Menunya: air putih, jus jeruk, dan es krim.

Jumat dua pekan lalu adalah saat yang paling membahagiakan Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misya’al yang mengasingkan diri ke Damaskus, Suriah. Boleh jadi, ketika itu ia bisa sedikit melupakan pembantaian yang sedang dilakukan Israel di Jalur Gaza.

Di hari itu, ia menggelar resepsi pernikahan putri pertamanya, Fathimah, dengan pemuda campuran Palestina-Suriah, Toriq Ahmad Hammud al-Arsyid. Acara digelar di sebuah gedung di kawasan Sidi Miqdad, pinggiran Damaskus. Daerah ini banyak berdiri gedung resepsi.

Ini adalah pertama kalinya Misya’al memiliki mantu. Semua anaknya berjumlah tujuh orang: empat lelaki dan tiga perempuan. Seperti kebiasaan orang Arab, ia sering dipanggil dengan sebutan Abu Walid lantaran putra tertuanya, anak kedua, bernama Walid.

Penjagaan di sekitar tempat pesta sangat ketat. Maklum, Misya’al memimpin sebuah organisasi yang dicap teroris oleh Amerika Serikat dan Israel. Sejumlah pengawal bersetelan jas berkeliaran di lokasi. Ada pula beberapa pria bersenjata AK-47.

Demi alasan keamanan pula, lokasi resepsi berbeda dengan yang disebutkan dalam undangan. Di undangan tertera gedung Attahani. Sayangnya Fahmi, bukan nama sebenarnya, lupa nama tempat perjamuan itu. Para tamu juga harus melewati pintu pendeteksi logam untuk masuk ke gedung. “Kalau saya tidak diperiksa karena sudah dikenal,” katanya kepada Tempo melalui telepon selulernya kemarin. Ia memang sudah lebih lima tahun bergaul dengan pimpinan Hamas.

Gedung yang dipakai mewah dan dapat menampung sekitar seribu orang. Kemegahan kian terasa lantaran warna bangunan dan dekorasi sepadu-padan, kuning emas. Namun jangan harap ada prasmanan layaknya kondangan kawinan di Indonesia. Menunya sangat sederhana dan datang berurutan: air putih, jus jeruk, dan es krim. “Saya kira biaya semuanya US$ 5-6 ribu,” ujarnya.

Seperti tradisi di Suriah, pengantin lelaki dan perempuan tidak duduk di pelaminan yang sama. Fathimah di gedung Assalam, sedangkan Toriq dipajang di tempat lain. “Jaraknya sekitar seratus meter,” kata Fahmi. Alhasil, tamu pria dan wanita juga dipisahkan.

Sepuluh menit setelah acara dimulai pada 19.30, pengantian Toriq yang dijunjung di atas pundak datang diarak musik semacam marawis, seperti pengantin Betawi. Tamu yang berkumpul – para diplomat Arab, ulama, dan pejabat pemerintah – berdiri menyambut pengantin pria.

Para pemimpin Palestina di Suriah dan Libanon juga hadir. Tak ketinggalan ayahya Misya’al yang datang langsung dari Palestina. Tampak pula Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallim dan duta besar Iran untuk negara itu. Ini seolah menegaskan tudingan Amerika dan Israel bahwa Suriah dan Iran mendukung Hamas.

Para tamu dihibur grup musik yang memainkan lagu-lagu relijius. “Kalau di tempat perempuan, tamunya pada joget dengan jilbab dibuka,” ujar Fahmi. Jilbab mereka pakai lagi saat Toriq menemui Fathimah seusai pesta, pukul 22.30.

Di sela-sela itu, ada acara sambutan, termasuk dari Misya’al. “Anak-anak kami akan terus berproduksi selama 24 jam untuk melahirkan generasi yang akan membebaskan Palestina,” katanya. Patut diingat, mantan Perdana Menteri Ismail Haniyah bahkan punya 18 anak.

Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s