Seorang Golani di Jalur Gaza

Serdadu Israel kerap melanggar disiplin. Dari melawan atasan, meninggalkan pos jaga, hingga tertidur di daerah musuh.

Setelah satu jam terlelap, Sharon, bukan nama sebenarnya, terbangun. Setengah sadar, ia membuka matanya dan perlahan-lahan ketakutan tampak pada wajahnya. Tubuhnya gemetar, jantungnya seolah mau copot. Sekarang ia sendirian di Jalur Gaza, wilayah kini sepenuhnya dikuasai pejuang Hamas—sejak bentrok dengan milisi Fatah pertengahan Juni tahun lalu.

”Saya langsung terbayang Gilad Shalit dan ibu saya di rumah,” katanya kepada surat kabar Israel, Yediot Aharonot. Kopral Gilad hingga saat ini masih ditawan militan Palestina setelah diculik di daerah perbatasan Gaza-Israel, Juni 2006. Dalam perundingan sedang berlangsung alot, ia dijadikan bahan pertukaran dengan tahanan Hamas di penjara-penjara Israel.

Sharon lantas berteriak memanggil rekan-rekannya, tapi tak ada sahutan. Tanpa pikir panjang, ia mencabut pistol suar lalu menembak ke udara hingga langit di atasnya terang benderang. Setelah sepuluh menit dia dalam bingung dan takut, barulah bantuan datang. Sharon pun selamat kembali ke Israel.

Insiden memalukan itu terjadi pada suatu malam akhir Juli lalu. Ketika itu, pasukan dari Brigade Golani sedang beristirahat dalam perjalanan pulang ke Israel. Boleh jadi tidurnya Sharon lantaran ia kelelahan setelah bertempur di Khan Yunis, Jalur Gaza. Lima militan Palestina tewas dalam serbuan rutin itu dan pasukan Israel berhasil menemukan lokasi penyimpanan senjata.

Hilangnya Sharon baru disadari setelah pasukan tiba di markas. Sejumlah unit di perbatasan segera dikerahkan masuk ke wilayah Gaza. Tim pencari berhasil menemukan Sharon setelah melihat kode lampu ia mainkan. Sharon ditemukan sekitar 700 meter dari pagar pembatas.

Tentu saja aib ini mengundang kritik pedas. ”Kejadian semacam itu harusnya tidak boleh terjadi,” kata seorang pejabat senior militer Israel kepada Yediot Ahronot. Sumber-sumber militer Israel mengungkapkan pihaknya sedang menyelidiki kasus itu dan perwira terlibat akan dikenai sanksi.

Tapi bukan kali ini saja prajurit Golani melanggar disiplin. Sepekan setelah ditempatkan di sepanjang perbatasan dengan Gaza, pertengahan Juli lalu, sepuluh anggotanya meninggalkan pos jaga sebagai protes terhadap perlakuan tak layak mereka terima. Sebelumnya, pada awal tahun, seratus tentara Golani mangkir dari latihan rutin dan melawan atasan mereka.

Kenyataan ini sangat ironis mengingat Brigade Golani banyak dipuji saat menang dalam pertempuran di Kota Bint Jubail, Libanon Selatan, Juli tahun lalu. Apalagi Golani merupakan pasukan infanteri paling tua di Israel. Dibentuk pada 28 Februari 1948 dengan menggabungkan Brigade Levanoni, Brigade Carmeli, anggota Haganah (pasukan bawah tanah Israel), dan pelbagai elemen lain, Golani pernah ikut dalam perang kemerdekaan dan merebut daerah gurun Negev, Israel Selatan, perang Sinai 1956 di daerah Rafah yang berbatasan dengan Mesir, perang Arab-Israel 1967, dan perang Yom Kippur 1973.

Sebagai pasukan elite, Brigade Golani sering terlibat dalam misi boleh dibilang mustahil. Paling monumental adalah Operasi Entebbe di Uganda pada 1976. Mereka berhasil membebaskan 246 penumpang Yahudi disandera pejuang Palestina dalam pesawat Air France bernomor 139. Sayangnya, komandan tim, Yoni Netanyahu, kakak mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu, tewas dalam misi itu. Atas prestasi ini, Golani dianugerahi baret cokelat, menjadi simbolnya hingga kini.

Kini apa dilakukan Sharon seolah menampar muka Panglima Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Gabi Ashkenazi, mantan Komandan Brigade Golani. Ia baru saja naik menggantikan Letnan Jenderal Dan Halutz yang mundur lantaran dianggap bertanggung jawab atas kekalahan perang Juli 2006. Meski begitu, Golani berani sesumbar bisa membalas kekalahan dari Hizbullah selepas latihan perang selama 70 hari di Dataran Tinggi Golan awal Juli lalu. Mereka juga masih menjadi primadona bagi serdadu wajib militer di Israel.

Faisal Assegaf (Jewish Virtual Library, Haaretz, Yediot Ahronot)

6 thoughts on “Seorang Golani di Jalur Gaza

  1. gak penting bgt sih bahas beginian..
    pkoknya yg penting aku tidak suka dengan israel..
    HIDUP PALESTINA..
    HIDUP ISLAM..
    ALLAHHU AKBAR..

  2. Yah…asal tau aja ya

    Prestasi Golani Brigade :
    -Menang perang lawan Arab di perang kemerdekaan 1950
    -Mencuri 60 tank Syria dalam suatu operasi malam di dataran tinggi Golan
    -Menugasai Rafah tahun 1956 di Sinai Campaign
    -Merebut Mount Hermon pada 1973
    -Nyelamatin 246 sandera di Uganda pada 1976 dari teroris Palestina (PLO)
    -Mensupport kemenangan di 6 day war
    -Mensupport kemenangan di Yom Kippur War
    -Mensupport kemenangan di Lebanon War 1
    -Mensupport Entebee Operation
    -dsb.

    Bukan sesumbar, tapi Golani Brigade is the best in the world !

    Pa’am Tzanhan, Tamid Tzanhan

    Eret’z Tzion v’yerushalayim

    God Bless Israel

  3. Semua fakta yang Cohen katakan benar. Tapi Anda harus ingat, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tentara Israel, termasuk Brigade Golani, punya kelemahan. Paling mutakhir, Israel kalah dalam Perang Juli 2006.

    Bahkan salah satu rekomendasi rahsia Komisi Winograd yang dibentuk untuk menyelidiki kelahan itu menyebutkanIsrael baru siap secara mental untuk berperang lagi dengan Hizbullah paling cepat lima tahun mendatang atau 2012.

  4. Suka atau tidak israel adalah sebuah bangsa kecil yang modern kuat & efisien, hal positif ini yang mesti kita tiru yakni bagaimana kita sebagai bangsa yang tercabik berbagai masalah ini bisa segera mengejar ketertinggalan kita harus sadar bahwa tidak ada kawan dan musuh yang abadi tapi yang terpenting bagaimana kita mewaspadai kelemahan bangsa ini agar tidak dimanfaatkan oleh bangsa lain seperti malaysia yang pura2 jadi teman tapi menggerogoti wilayah NKRI agar kita tetap bisa mempertahankan kemerdekaan yang bermartabat. Satu sisi kita sebagai anak bangsa harus mmulai menerapkan kewaspadaan extra seperti israel merasa senantiasa terancam oleh bangsa bangsa disekitarnya. Kita pun demikian bila kita malas belajar dan tidak bersatu bahu mumbahu kita pun sebagai bangsa akan dilibas oleh bangsa di sekitar kita sekalipun itu negara muslim.

  5. ah,,,,,iblis ajah pun di bahas.
    matinya kapan tu israel..
    jgn idup lama2,,,muak aQ,
    bekerja bukan buat kebaikan,,,malah asyik bunuh2 org ajah.gila lu yahudi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s