Semalam di Teheran

Seorang ahli geologi Israel terpaksa bermalam di Teheran. Pengalamannya mendapat perhatian serius dari menteri luar negeri Israel.

Sudah sekitar dua setengah jam, pesawat Turkish Airlines jurusan Mumbai, India, meninggalkan Bandar Udara Internasional Attaturk, Istanbul. Saat itu, Jumat malam, awal Mei 2007, Benny Medvedev tidur lelap. Ia duduk di kelas ekonomi, berjejer dengan empat penumpang lain. Di sebelahnya, duduk seorang lelaki India dan dua wisatawan Inggris.

Tiba-tiba pesawat terguncang. Lampu kabin menyala, disusul sebuah keterangan melalui pengeras suara. Medvedev terbangun dan ia tak tahu posisi pesawat saat itu. Yang ia ingat, burung besi berisi 123 penumpang itu mengalami gangguan mesin. “Saya takut sekali pesawat bakal jatuh,” kata Medvedev kepada Tempo saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu pekan lalu.

Lajang 32 tahun ini makin khawatir setelah mendengar pengumuman bahwa pesawat harus mendarat darurat di Ibu Kota Teheran, Iran. Pelbagai pikiran buruk segera berkecamuk dalam otaknya. “Saya takut ditahan dan takkan pernah kembali,” ujar Medevedev. Ketakutan Medvedev sangat beralasan lantaran ia warga negara Israel dan pernah menjadi anggota unit tempur selama menjalani wajib militer.

Ia tahu, Iran dan Israel juga tak memiliki hubungan diplomatik dan sering bersitegang. Di tahun pertama pemerintahannya, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyerukan agar Israel dihapus dari peta dunia dan dipindahkan ke Eropa. Ia juga menuding peristiwa pembantaian jutaan warga Yahudi pada Perang Dunia Kedua sebuah kebohongan belaka.

Negara Yahudi itu juga tak kalah sengit. Israel selalu mengecap Iran negara penyokong terorisme. Tel Aviv percaya, Negeri Mullah itu membantu perjuangan Hizbullah, Hamas, dan perlawanan di Irak.

Jantungnya berdegup dua kali lebih kencang setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini, Teheran. Rasa takutnya makin kuat ketika semua penumpang diminta turun dari pesawat. Ia memohon kepada seorang pramugari agar diizinkan tinggal, namun permintaan itu ditolak.

Medvedev lalu bangkit dari duduknya. Ia menuju bangku kosong di antara sekelompok wisatawan Inggris, tapi membantah ingin menyamarkan identitasnya. “Karena bahasa Inggris mereka lebih mudah dipahami,” katanya beralasan.

Lima belas menit kemudian, aparat keamanan Iran mulai masuk ke dalam kabin. Butiran keringat mulai mengalir di dahinya. Darahnya seolah berhenti mengalir ketika petugas langsung menghampiri dirinya. “Kami tahu Anda orang Israel, tapi Anda tak perlu khawatir. Kami akan membantu Anda,” kata Medevedev seperti dikutip surat kabar Israel, Yediot Aharonot.

Ketegangan berangsur-angsur mengendur. Bahkan ia diizinkan mengirim surat elektronik kepada bosnya di Yerusalem. Medvedev adalah ahli geologi yang bekerja pada the Institute of Earth Sciences di the Hebrew University, Yerusalem. Lembaga ini mengajarkan dan meneliti semua spektrum ilmu bumi, termasuk geologi, atmosfer, geografi, dan oseanografi.

Ia memberitahukan bakal terlambat tiba di Mumbai untuk menghadiri sebuah simposium. Kehebohan segera melanda. “Kami sangat kaget dan khawatir,” kata Moshe Politi, ahli geologi yang juga sahabatnya. Sang bos segera melaporkan ke Kementerian Luar Negeri. Yediot Ahronot melaporkan, kabar ini segera mendapat perhatian serius dari menteri Luar Negeri Tzipi Livni.

Semua penumpang tidur di lounge bandara. Mereka menetap di sana selama 22 jam. “Saya tidur nyenyak karena sangat letih,” katanya. Namun, Medvedev tak mau memberitahukan keluarganya bahwa ia terpaksa menginap di Teheran. Ia menghubungi keluarganya setelah pesawat terbang kembali besok malamnya. “Mereka sangat gembira karena saya selamat,” katanya.

Jumat awal Mei itu menjadi pengalaman paling berkesan bagi Medvedev. Ia diterima dengan baik oleh warga Iran. Bahkan mendapat hadiah sebuah kotak musik dari kayu. Kedua pihak saling mengundang datang ke negara masing-masing. “Orang baik ada di mana-mana. Cuma satu keinginan semua orang, yakni hidup tenang,” ujarnya.

Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s