Kenali Musuhmu, Siapa Tahu Jadi Teman

Sebuah universitas di Palestina membuka program magister bidang Israel.

Universitas Al-Quds

Universitas Al-Quds, di Kota Abu Dis, pinggiran Yerusalem, Tepi Barat, punya terobosan. Mereka membuka program studi Israel yang diklaim sebagai yang pertama di dunia Arab.

Program magister selama dua tahun ini akan mempelajari segala hal soal negara Zionis itu. Semuanya dilihat dari perspektif Israel karena buku teks yang digunakan karangan ilmuwan Israel. Meski baru, program ini menjadi incaran banyak mahasiswa. Beberapa alumni program ini adalah tokoh Palestina, seperti Muhammad Dahlan dan Jibrik Rajub.

Secara umum motivasi mereka ada dua macam: mengenali musuh untuk mengalahkan atau berusaha memperkuat kesempatan untuk berdamai. “Saya pikir kebanyakan mahasiswa yang ikut program ini berkomitmen hidup berdampingan dengan Israel,” kata Sari Nussaibah, ketua jurusan sekaligus penggagas program.

Seperti diungkapkan Samih Khadir, seorang pegawai negeri. Menurut dia, dari negara tetangganya itu, rakyat Palestina bisa belajar mendirikan sebuah negara. “Ini bukan sekadar belajar mengenai musuh,” ujar lelaki 31 tahun ini.

Jurusan ini tentu saja sangat menguntungkan bagi beberapa orang yang sama sekali belum pernah bepergian ke Israel. Dari jendela kelas mereka, negara Yahudi itu terhalang tembok pemisah yang dibangun untuk menghambat serangan bunuh diri pejuang Palestina.

Menurut Rasya Rabaih, 23 tahun, ia mengambil jurusan itu untuk mengetahui soal Israel dan kenapa mereka bisa sampai menjajah Palestina. “Tadinya saya berfikir Israel adalah musuh, tapi sekarang kebencian saya berkurang,” ujar gadis berjilbab asal Bethlehem ini.

Namun harus diakui tidak mudah bagi para mahasiswa itu berdiskusi soal Israel. Mereka sudah kelewat frustasi dengan keadaan yang ada. “Sulit untuk meyakini bakal ada perdamaian dengan Israel karena mentalitas mereka,” kata Abir Waridat, 23 tahun, dari Hebron.

Ia memang punya pengalaman sangat tragis dengan Israel. Ayahnya tewas setelah terkena stroke sehabis bertempur dengan serdadu Israel. Rumahnya pernah dihancurkan dan kini tujuh kakak lelakinya mendekam di penjara Israel.

AFP/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s