Mahmud Rida Abbas: “Kami Tidak Menawarkan Apapun kepada Israel”

Konferensi internasional yang bakal digelar di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, 27 November mendatang tampaknya menjadi momen sangat penting bagi Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas. Karena itulah, ia melawat ke Indonesia mencari dukungan.

Kepada Tempo, Jakarta Post, dan Media Indonesia, Abbas menjelaskan soal persiapan konferensi itu di tempat menginap Hotel Shangrila, Jakarta, 22 Oktober 2007. Berikut penuturannya:

Apa misi Anda ke Indonesia?

Karena Indonesia akan diundang dalam konferensi internasional, kami harus banyak berkonsultasi dengan presiden dan menteri luar negeri. Sehingga ketika di sana kita sudah punya satu posisi. Kami juga ingin memberitahukan kepada saudara-saudara kami di sini mengenai persoalan dan penderitaan kami. Sangat penting bagi kami untuk melawat ke sini dan melanjutkan kunjungan ke sini sebanyak yang kami bisa.

Bagaimana dengan persiapan konferensi perdamaian internasional di Amerika?

Konferensi ini akan menangani konflik Palestina dan Israel. Setidaknya menyepakati isu-isu besar yang masih diperdebatkan dalam Perjanjian Oslo 1993, yakni status Yerusalem, pengungsi Palestina, permukiman, perbatasan, keamanan, dan air. Kami berharap dan harus mencapai kesepakatan dengan Israel soal isu-isu ini.

Apa yang Anda tawarkan kepada Olmert untuk mencapai kesepakatan?

Kami tidak menawarkan apapun. Kami membawa segalanya ke meja perundingan berdasarkan peta jalan damai, inisiatif perdamaian Arab, dan visi Presiden Bush.

Anda yakin konferensi ini akan berhasil?
Perundingan terakhir pada 2000. Dari tahun itu sampai sekarang kami tidak memulai perundingan dengan Israel karena intifadah dan pendudukan. Mereka dan masyarakat internasional belum siap. Tapi sekarang kami merasa Amerika sangat antusias terhadap konferensi ini, demikian pula dengan masyarakat internasional. Saya pikir sekaranglah kesempatan bagus untuk menyelesaikan persoalan kami. Kami punya harapan dan kami harus mengusahakan kesempatan ini.

Anda masih bermusuhan dengan Hamas. Bagaimana Anda bisa mencapai kesepakatan padahal isu keamanan penting bagi Israel?
Kami menguasai masalah keamanan di Tepi Barat dan kami membuat kemajuan yang sangat bagus. Berdasarkan peta jalan damai, 90 persen kewajiban telah kami penuhi, jadi Israel tidak bisa macam-macam lagi. Tapi menyangkut soal Gaza dan Hamas, kami sekarang tidak mampu mengontrol Gaza.

Jadi Anda akan tetap berunding tanpa melibatkan Hamas?
Tentu saja kami bisa. Seperti negara lain, kami bisa melakukannya tanpa melibatkan oposisi, yakni Hamas. Jika kami mencapai kesepakatan, kami akan membawanya ke referendum.

Bagaimana dengan solusi dua negara, Palestina dan Israel?
Inilah isu yang sedang kami tangani dan juga visi dari Presiden Bush. Yakni negara Palestina merdeka yang hidup berdampingan dengan Israel secara aman dan damai. Kami berkomitmen atas visi dan kami ingin solusi dua negara berdaulat. Tapi kami ingin batas wilayah kami seperti sebelum 1967. Saya pikir sekarang Israel sudah menerima konsep ini.

Jadi Anda tidak setuju dengan pembagian Yerusalem?

Kami mengakui Yerusalem Barat milik Israel tapi Yerusalem Timur adalah wilayah pendudukan. Mereka harus membiarkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota kami dan Yerusalem Barat menjadi ibu kota mereka. Al-Aqsha juga harus dibawah kontrol kami.

Apakah Hamas bisa ikut pemilu mendatang?
Kami belum membahas pemilu dini tapi itu dalam agenda kami. Jika pas waktunya, kami akan menggelar pemilu.

Menururt Anda ini solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik Hamas dan Fatah?
Ini adalah cara yang demokratis. Mereka bisa berkuasa lewat demokrasi, bagaimana sekarang mereka menolak demokrasi? Jika mereka ingin berunding dan memperbaiki hubungan dengan kami, mereka harus menghentikan kudeta.

Apa komentar Anda soal konferensi tandingan yang akan digelar di Suriah?
Kami menentang karena itu ilegal. Kami telah merilis deklarasi PLO bahwa ini melanggar aturan kami. Jadi kami tidak akan menerima hasilnya.

Faisal Assegaf

One thought on “Mahmud Rida Abbas: “Kami Tidak Menawarkan Apapun kepada Israel”

  1. Sal ente emang pantes nulis sekitar Jazirah Arab. Darah ente emang ‘panas’ alias nenek moyang ente juga berasal dari sono🙂.

    Tapi ada sas sus neh. Bener ente di pake Israel?

    NB: Bagi-2 dung klo dpt narsum eksklusif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s