Mahmud Zahar: “Berunding dengan Israel Bukan Gaya Kami”

Dalam struktur organisasi Hamas, ia hanya menjabat sebagai juru bicara. Namun Mahmud Zahar – salah satu pendiri Hamas – kerap disebut sebagai pemimpin Hamas yang sebenarnya. Ia lebih radikal ketimbang Ismail Haniyah yang menjadi perdana menteri atau Kepala Politbiro Hamas di Damaskus, Suriah, Khalid Misyaal.

Zahar lahir di Zaitun, Gaza, dari ayah Palestina dan ibu Mesir, pada 1945. Di usia 26 tahun, ia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kairo, Mesir. Setelah meraih master dari Universitas Ain Syams, Kairo, dia kembali ke Gaza dan mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Gaza, di mana dia salah satu pendiri universitas itu pada 1978. Dari hasil perkawinan dengan Sumayya, dia dikaruniai empat anak.

Zahar dan Abdul Aziz al-Rantissi mulai memimpin Hamas setelah Syaikh Ahmad Yassin ditangkap Israel pada 1989 dan dipenjara seumur hidup. Ulama yang lumpuh sejak lahir itu dituduh menjadi otak pembunuhan sejumlah warga Palestina yang bekerja sama dengan tentara Israel. Az-Zahar diangkat menjadi wakil tak resmi Hamas di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 1990.

Pada Desember 1992, Zahar beserta 400 aktivis muslim lain dideportasi Israel ke Libanon Selatan. Mereka ditahan setahun lebih di kamp Marj al-Zahour-sebuah peristiwa yang mendapat liputan luar biasa dari berbagai media internasional. Kembali ke Gaza, Zahar langsung bertikai dengan pemerintah Otoritas Palestina. Ia ditangkap dan dipenjara tujuh bulan.

Seiring dengan merebaknya intifadah baru pada September 2000, popularitas Hamas berkembang pesat sebagai sayap militer Brigade Izzudin al-Qassam. Sejumlah besar warga Israel tewas dalam operasi bom bunuh diri. Israel merespons dengan membidik pemimpin Hamas. Pada 10 September 2003, tiga hari setelah upaya pembunuhan Syekh Yassin yang gagal, Israel mengebom rumah Zahar di Rimal, Gaza.

Zahar selamat dalam serangan itu. Namun anaknya, Khalid, 29 tahun, dan seorang pengawalnya tewas. Anak perempuanhya, Rima, 20 tahun, luka. Syaikh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual Hamas, akhirnya tewas dirudal Israel pada 22 Maret 2004. Penggantinya, Rantissi, terbunuh beberapa minggu setelah ia diumumkan sebagai pemimpin Hamas. Sejak itulah Hamas merahasiakan sosok pemimpinnya.

Berikut penuturannya kepada Faisal Assegaf dari Tempo pada 21 Januari 2006:

Anda yakin pemilu ini akan berjalan dengan jujur?
Sampai pagi ini, kami meragukannnya karena Fatah adalah sebuah sistem yang korup dan curang. Mereka bisa ikut campur, khususnya jika hasil pemilu tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Apa tindakan antisipasi dari Hamas?

Kami menyerukan kepada orang-orang untuk melindungi tempat pemungutan suara. Kami akan berada di sana untuk menjaga semua proses.

Bagaimana kesempatan Hamas memenangkan pemilu?
Kami memiliki kesempatan yang bagus di semua wilayah, baik di Tepi Barat maupun Jalur Gaza. Rakyat Palestina menginginkan reformasi dan perubahan dalam sikap dan kebijakan yang berhubungan dengan Israel, masalah dalam negeri, membangun kembali infrastruktur yang dihancurkan Israel, dan bagaimana mencapai tujuan Palestina merdeka.

Anda yakin Hamas akan menjadi pemenang mutlak?
Setiap pilihan dan kesempatan selalu terbuka karena dukungan terhadap Hamas sangat besar. Jadi kita lihat saja nanti. Jika kita menjadi pemenang mutlak, semua pihak akan membantu kita membentuk pemerintahan koalisi yang baik untuk memperbaiki kehidupan kita.

Kira-kira berapa kursi yang akan direbut Hamas?
Data statistik terkini mengisyaratkan Hamas akan menajdi pemenang pertama. Hamas akan mendapat kemenangan besar. Kami belum tahu berapa kursi yang akan kami peroleh. Lihat saja nanti.

Dengan siapa Hamas ingin berkoalisi?
Kami bisa menyerukan anggota parlemen lain melaksanakan kekuasaan kami. Bagaimana membangun kembali infrastruktur yang rusak, membangun bidang industri, pertanian, sosial, dan angkatan bersenjata. Kami mempunyai ganeda dan mereka akan membantu kami.

Termasuk berkoalisi dengan Fatah?
Ya, tapi dengan satu syarat. Mereka juga berkeinginan membasmi korupsi dan mengeluarkan orang-orang yang bekerjasama dengan Israel.

Jika menang, apakah Hamas bersedia berunding dengan Israel?
Pemerintahan sebelumnya telah melakukan perundingan dengan Israel tapi menemui jalan buntu. Kami tidak akan mengulangi proses setan itu karena pihak Israel tidak berniat memberikan hak rakyat Palestina. Jika mereka tidak mau mundur, kami akan mengusir Israel keluar (dari wilayah kami), mengembalikan kebebasan kami, dan mendirikan negara Palestina merdeka.

Hamas siap berperang dengan Israel?

Kami tidak ingin menciptakan perang. Kami mempertahankan diri. Agresi Israel telah membinasakan rakyat kami.

Anda punya syarat untuk berunding dengan Israel?

Berunding bukan gaya kami.

Artinya tidak akan ada perdamaian dengan Israel?

Israel tidak berniat menciptakan perdamaian. Mereka memusatkan perhatian pada keamanan dan politik. Perdamaian berarti pengembalian wilayah dan hak bangsa Palestina.

Kira-kira berapa lama Hamas bisa mengusir Israel?

Hamas tidak akan pernah mampu mengalahkan Israel sebagai kekuatan nuklir. Tapi saya yakin Islam adalah satu-satunya sistem yang mampu menghancurkan kekuatan asing dari wilayah kami. Israel sangat mengancam keberadaan negara-negara Arab dan Islam. Sekarang mereka mengancam Iran, Libanon, dan Suriah. Karena itu, seluruh rakyat Palestina, bangsa Arab, dan warga Muslim akan berpartisipasi dalam membebaskan Palestina.

Amerika Serikat dan Israel sangat takut jika Hamas menang. Apa komentar Anda?
Tentu saja mereka memahami bahwa Hamas tidak akan seperti Fatah. Hamas sangat kuat dan sangat perhatian terhadap pendudukan Israel, status Yerusalem, dan Masjid Al-Aqsha. Hamas sangat perhatian terhadap hak bangsa Palestina dan persoalan korupsi. Mereka (Amerika dan Inggris) hanya ingin bekerjasama dengan pemerintahan seperti Hamid Karzai di Afganistan dan Irak, kecuali Hamas.

Menurut Anda, Amerika dan sekutunya akan mengisolasi Palestina jika Hamas menang?

Kami sudah diisolasi. Mereka mendirikan perbatasan di Tepi Barat dan Jalur Gaza sehingga menghalangi kami berhubungan dengan Mesir dan Yordania. Langkah selanjutnya adalah bagaimana menghancurkan perbatasan di sekitar kami untuk melakukan komunikasi dengan dunia Arab dan Islam.

Apa kebijakan luar negeri Hamas?
Pilihan kami adalah membina hubungan dengan negara-negara Arab dan Islam. Membina hubungan dengan semua negara Arab dan Islam adalah prioritas pertama kami. Setelah itu, pihak Barat, Eropa, atau kawasan lain yang ingin bekerjasama, kami siap menerimanya. Dengan syarat, mereka mau membantu rakyat Palestina mengembalikan wilayah kami dan memperbaiki kehidupan kami.

Kondisi Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sedang kritis sehingga mempengaruhi situasi politik di sana. Apakah Hamas akan memanfaatkan situasi ini?
Kami akan terus melanjutkan perlawanan jika Israel terus menyerang dan membunuh bangsa kami.

2 thoughts on “Mahmud Zahar: “Berunding dengan Israel Bukan Gaya Kami”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s