Sderot Bakal Jadi Kota Mati

Protes warga Sderot

Sderot mungkin akan menjadi kota mati pertama di Israel. Setelah ditinggal wali kotanya, Eli Moyal, giliran warganya yang depresi atas serangan mortir dan roket dari Jalur Gaza.

Hasil jajak pendapat yang dilansir surat kabar Yediot Aharonot, Jumat (21/12), menyebutkan 64 persen warga Sderot ingin pindah. Sekitar 86 persen menilai buruk kinerja pemerintah Ehud Olmert dalam menangani aksi yang dilakukan kelompok pejuang Palestina itu.

Militer Israel memperkirakan sudah sekitar empat ribu roket yang menghantam kota di selatan Israel itu sejak intifadah kedua pada September 2000, lima tahun setelah intifadah pertama. AFP mencatat, baru sembilan warga Israel yang tewas akibat serangan itu. Sderot menjadi sasaran empuk Hamas dan Jihad Islam lantaran hanya berjarak satu kilometer dari Kota Bait Hanun, Jalur Gaza.

Wilayah seluas lima kilometer persegi ini berpenghuni sekitar 19.800 jiwa, sedikit di antaranya merupakan warga Arab Palestina yang direlokasi dari Gaza dengan bantuan Shin Bet (dinas rahasia dalam negeri Israel). Imigran Yahudi dari Rusia mulai berdatangan ke Sderot pada era 1990-an.

Nama kota ini juga dipakai di salah satu dari dua pesawat Boeing 777 pertama milik El Al, maskapai penerbangan Israel. Satunya lagi diberi nama Kiryat Shmona, kota dekat perbatasan Libanon.

AFP/Faisal Assegaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s