Mahmud Zahar: Fatah Penghambat Perjuangan Palestina

Dia menegaskan pintu rekonsiliasi sudah ditutup karena Fatah memang tidak mau berdamai.

Pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza, Mahmud Zahar, menegaskan tidak perlu lagi membahas soal rekonsiliasi dengan Fatah. Sebab, dia menegaskan, Fatah memang tidak ingin berdamai dengan Hamas.

Meski begitu, Zahar menekankan Hamas selalu ingin menciptakan persatuan dan kesatuan Palestina. “Mereka (Fatah) adalah penghambat bagi perjuangan untuk membebaskan semua wilayah Palestina dari penjajahan Israel.

Berikut penjelasan Zahar saat ditemui Faisal Assegaf dari Hamaslovers di rumahnya di Kota Gaza, akhir bulan lalu:

Jika memang kesempatan berdamai dengan Fatah sudah tidak ada, kenapa Hamas tidak mendeklarasikan kedaulatan di Jalur Gaza?

Kedaulatan kami harus mencakup seluruh wilayah Palestina. Jalur Gaza sekarang bebas, namun secara politik, masyarakat internasional menilai Gaza masih dijajah. Kami bisa bilang Gaza dijajah, tapi di saat yang sama kami bebas dari Israel. Israel memang menutup perbatasan kami di laut, darat, dan udara. Mereka mengontrol semua hal di sekeliling kami.

Kami sebenarnya ingin berdamai, namun persoalannya ada di Fatah. Selama Fatah masih ada dan bekerja sama dengan israel, mereka menghancurkan perlawanan, mereka menangkapi para pejuang kemudian dimasukkan ke penjara Fatah atau Israel. Mereka adalah penghambat bagi perjuangan untuk membebaskan semua wilayah Palestina dari penjajahan Israel.

Jadi tidak bakal ada rekonsiliasi dengan Fatah?

Peta politik Palestina saat ini terdiri dari kelompok Islam, yakni Fatah, Jihad Islam, dan lainnya, serta Fatah yang merupakan kubu sekuler. Mereka mengumpulkan semua orang dari pelbagai golongan, mulai dari ekstrem kiri.

Persoalannya adalah Fatah berupaya memanipulasi hasil pemilihan umum. Mereka tidak ingin menggelar pemilihan buat PLO yang mewakili enam juta warga Palestina dan para pengungsi di luar Palestina. Jadi PLO itu berada dalam kontrol Abu Mazin (sapaan akrab Mahmud Abbas) dan memuaskan kepentingan Amerika, persis seperti rezim Husni Mubarak.

Sejauh mana popularitas Hamas di Jalur Gaza?

Kalau Anda bertanya kepada orang Fatah, mereka pasti menjawab rakyat Palestina sudah membenci Hamas. Tapi kalau Anda bertanya kepada orang-orang di jalan, mereka pasti bilang menyokong kami. Sebab kami tidak hanya berjuang melawan Israel, tapi kami juga berusaha memenuhi kebutuhan rakyat di bidang ekonomi, sosial, dan sebagainya.

Yang terjadi, popularitas Fatah kian merosot. Buktinya pada pemilihan lokal di Tepi Barat beberapa waktu lalu, mereka kalah dari kelompok independen. Ini menunjukkan sebagian besar rakyat Palestina sudah muak dengan dominasi Fatah yang korup.

Apakah regenerasi dalam Hamas berjalan mulus?

Sejak Hamas berdiri, kami mencontohkan dan mengajarkan nilai-nilai idealisme, nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda. Kami yakin nilai-nilai semacam itulah yang harus mereka pegang dan turunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Kami menanamkan prinsip buat terus berjuang mengusir penjajah Israel dari seluruh wilayah Palestina.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s