Bisnis Zionis di Negeri Muslim

Meski bermusuhan, pengusaha Israel berbisnis dengan negara-negara Arab dan berpenduduk mayoritas muslim, termasuk Indonesia.

Motti (bukan nama sebenarnya), pengusaha yang memiliki koneksi di pelbagai negara Arab, cuma bengong ketika beberapa bulan lalu sebuah perusahaan makanan ternama di Israel mendekati dirinya. Ia diminta memeriksa kemungkinan eskpor ke Iran. Perusahaan itu member tahu sebuah perusahaan dari Negeri Mullah itu mendekati mereka melalui pihak ketiga di luar negeri.

Motti menolak karena tidak ingin melanggar embargo. Namun ia baru sadar kemudian sejumlah perusahaan dan pebisnis setempat mengadakan hubungan dagang tidak langsung dengan musuh nomor satu Israel itu. Continue reading

Lika-Liku Mossad di Teheran

Lima ahli nuklir Iran menjadi sasaran pembunuhan, satu selamat.

Udara dingin masih membekap  Teheran. Seperti biasa, selesai shalat subuh, Rabu pekan lalu, Mustafa Ahmadi Rosyan, bersiap-siap untuk pergi bekerja di fasilitas pengayaan uranium di Natanz.

Rosyan, 32 tahun, adalah wakil direktur di Natanz, reaktor nuklir terbesar di Provinsi Isfahan, Ahli kimia ini direkrut setelah lulus dari Universitas Teknik Syarif. Meski bukan paling brilian ia dipilih lantaran berasal dari keluarga saleh dan setia terhadap rezim berkuasa. Setelah menikah, ia bergabung dengan Basij, milisi yang dikontrol oleh Garda Revolusi. Continue reading

Langka Shekel di Kota Gaza

Sopir taksi memberikan sepotong biskuit atau permen karet sebagai ganti uang kembalian setengah shekel.


Pemandangan semacam ini menjadi kebiasaan baru di Kota Gaza sejak awal Desember tahun lalu. Penumpang berdebat soal kembalian setengah shekel dengan sopir taksi, termasuk yang dialami Muhammad Abu Sulaiman, mahasiswa Universitas Al-Azhar.

Ia menolak menerima sepotong biskuit sebagai pengganti uang kembalian setengah shekel (US$ 0,13). Ia memaksa sang sopir memberikan haknya itu. Tetap saja hasilnya nihil lantaran sopir taksi yang ia tumpangi tidak punya recehan. Continue reading

Masa Depan Revolusi Timur Tengah

Oleh Faisal Assegaf

Setahun sudah gelombang revolusi telah menyapu kawasan Timur Tengah. Unjuk rasa besar-besaran yang mulai bertiup di Tunisia, Januari tahun lalu, telah menenggelamkan kekuasaan Presiden Zainal Abidin bin Ali. Protes besar-besaran juga berhasil menamatkan rezim Husni Mubarak di Mesir, mendiang pemimpin Libya Muammar al-Qaddafi, dan melengserkan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Barangkali negara-negara Barat yang mendukung perubahan rezim di Timur Tengah tidak pernah menyangka akibat yang terjadi. Gelombang demokratisasi  di negara-negara Arab itu memunculkan kekuatan Islam sebagai penguasa baru setelah menang dalam pemilihan umum, seperti di Tunisia dan Mesir. Continue reading

Terusik Suara Adzan

Seorang anggota Knesset mengusulkan beleid yang melarang pemakaian pengeras suara di masjid.


Moshe (bukan nama sebenarnya) uring-uringan. Berkali-kali ia menutup kedua telinganya dengan bantal untuk mengusir suara adzan. Tetap saja ia bersungut-sungut. Seperti biasa, ia berteriak-teriak mengomel. Tindakan ini kerap ia lakukan saban adzan Subuh.

Bagi warga Caesarea ini, Subuh adalah waktu paling dibenci. Ia kesal lantaran tidur pulasnya kerap terganggu adzan dari pengeras suara masjid di permukiman Palestina. Masjid itu berada di Desa Jisr al-Zarqa yang berbatasan dengan Caesarea.  Ini merupakan sebuah kota kecil yang terletak di antara Tel Aviv dan Haifa. Continue reading